Dealer Isuzu Giga Panther Elf Bison D-max tlp. 0812 8146 1616

Dealer Isuzu Giga Panther Elf Bison D-max tlp. 0812 8146 1616

Kanvas kopling Mobil Isuzu

Kanvas kopling memang mempunyai masa pakai. Semakin intens kanvas bekerja, semakin cepat tipis permukaannya. Bila sudah tipis, komponen penting dalam sistem penggerak kendaraan ini memang seharusnya kita ganti segera. Rata-rata, tiap 4 tahun sekali. Namun, jangan salah sangka. Banyak pengendara yang harus mengganti kanvas kopling jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Bukan semata-mata karena masalah kualitas. Tapi, karena kesalahan dalam gaya berkendara. Sebagai pengendara, kita bisa sedikit memperpanjang usia kanvas kopling bila memperlakukannya secara tepat.


Beberapa waktu lalu, astraworld.com pernah menghimbau agar saat mengendarai mobil kita jangan sering-sering menginjak setengah kopling. Efeknya terhadap keausan memang sangat jelas. Injakan yang nanggung seperti ini menempatkan kanvas kopling pada tingkat gesekan yang sangat keras. Itu sebabnya permukaan kanvas akan lebih cepat terkikis. Kebiasaan ini masih sering dilakukan para pengendara. Terutama, di jalur padat dan saat menanjak. Mereka berargumentasi, dengan menginjak setengah kopling, maka mesin tidak akan mati. Ada benarnya, namun lebih banyak menimbulkan kerugian. Karena itulah, kami menempatkannya pada urutan pertama. Cara kedua yang harus kita perhatikan adalah saat melepas pedal kopling. Kanvas kopling akan jauh lebih awet apabila ketika melakukan perpindahan transmisi, kita tidak melepaskan pedal kopling secara menghentak. Lepaskan saja dengan perlahan-lahan. Dan yang ketiga, penggunaan gigi transmisi harus sesuai dengan kecepatan kendaraan. Jangan terbiasa menggunakan gigi tinggi bila kecepatan mobil rendah. Kebiasaan ini masih sering dilakukan pengendara. Misalnya, menggunakan gigi 4 pada saat kecepatan kendaraan hanya 20km/jam. Sebenarnya, semua himbauan ini terkait dengan posisi kanvas kopling. Sebagai bagian dari sistem penggerak kendaraan, kopling beserta kanvasnya menjadi komponen penghubung antara mesin dan penggerak roda. Ia bertugas meneruskan daya yang dihasilkan akibat putaran mesin ke penggerak roda. Sehingga penggerak roda mampu menggerakkan total beban kendaraan. Kanvas kopling akan lebih panjang usia bila ia betul-betul kita tempatkan semata-mata sebagai penghubung. Bukan sebagai penahan beban kendaraan. Caranya, ikutilah tiga kebiasaan di atas.

Cara Aman Dalam Menyalip dan Menanjak Menggunakan Mobil Isuzu

Mengemudikan mobil bertransmisi matik memang lebih mudah dibanding mobil manual. Supaya pengalaman ini semakin sempurna, ada beberapa trik yang dapat diterapkan pada pengoperasian matik agar berkendara jadi lebih aman

Banyak pengemudi awam yang justru merasa kesulitan dalam mengoperasikan mobil bertransmisi otomatis. Menurut mereka, lebih mudah mengemudikan mobil bertransmisi manual dibanding matik.

Sebagian berpendapat tidak mengerti pengoperasian maupun simbol-simbol yang ada. Ada pula yang beranggapan dengan perpindahan gigi dilakukan secara manual, semua mekanisme tetap dalam kontrol pengemudi. Hal-hal itulah yang menyebabkan mobil bertransmisi matik dirasa membuat canggung.

Pendapat ini ada benarnya. Namun sesungguhnya transmisi otomatis diciptakan untuk mengeliminasi beberapa kegiatan pengemudi di waktu mengemudikan mobil. Yaitu pengemudi tak perlu lagi menekan pedal kopling dan memindahkan tuas transmisi. Maka pengemudi semakin nyaman dan tidak lekas lelah, terlebih ketika menghadapi kemacetan.

Adaptasi memang menjadi kunci untuk pengemudi pemula. Penguasaan pengoperasian transmisi otomatis itu sendiri memang penting. Namun ada beberapa trik pengoperasian transmisi otomatis yang bisa diterapkan agar lebih aman di jalan. Tentu hal ini dilakukan sambil menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi serta situasi di jalan.



Menyalip

Ketika menyalip, Anda membutuhkan kecepatan yang lebih tinggi ketimbang mobil di depan. Pada mobil bertransmisi otomatis, cara untuk memacu kendaraan lebih cepat dapat dilakukan dengan menginjak penuh pedal gas (kickdown) sehingga transmisi akan berpindah ke gigi lebih rendah. Dalam kondisi ini Anda akan merasa terdorong akibat mobil berakselerasi.

Setelah posisi Anda melewati mobil yang disalip, di saat itulah Anda mulai mengendurkan tekanan pedal gas. Yang terjadi berikutnya yakni secara otomatis transmisi akan memindahkan gigi ke tingkat lebih tinggi. Hal ini ditandai dengan munculnya dorongan kecil.

Dalam kecepatan yang tidak tinggi, meskipun Anda telah melakukan kickdown, terkadang transmisi tidak berpindah ke gigi lebih rendah. Nah, pada kondisi ini Anda dapat mengoperasikan tuas transmisi secara manual untuk mendapatkan akselerasi yang dibutuhkan dalam menyalip.

Misalnya dengan memindahkan tuas dari posisi ‘D’ ke posisi ‘3’ atau ‘2’, atau dengan mematikan ¬overdrive (ditandai dengan menyalanya indikator “O/D OFF”). Anda pun tidak harus menekan penuh pedal gas. Besarnya tekanan pada pedal gas, disesuaikan dengan seberapa cepat akselerasi yang Anda inginkan.


Jalan menanjak

Tidak jauh berbeda halnya seperti ingin menyalip, mendaki jalan menanjak dapat dilakukan dengan kickdown maupun memindahkan tuas transmisi secara manual. Soalnya Anda membutuhkan tenaga lebih besar supaya mobil dapat menanjak.

Tetapi ketika cara kickdown tidak memindahkan gigi, maka cara manual tadi lebih efektif digunakan. Sambil mengatur putaran mesin tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 3.000 rpm agar torsi mesin yang dibutuhkan tetap terjaga. Anda dapat memindahkan tuas transmisi secara bertahap dari ‘D’ ke ‘3’, ‘2’, hingga ‘1’ atau L untuk tanjakan yang terjal. Jangan lupa untuk memantau posisi gigi pada panel instrumen.

Memanfaatkan momentum dari kendaraan yaitu menggunakan kecepatan untuk menanjak juga bisa dilakukan. Sehingga Anda dapat menambah kecepatan mobil sebelum memasuki mulut tanjakan. Tetapi cara ini membutuhkan kewaspadaan tinggi, karena dengan kecepatan lebih tinggi risiko juga meningkat. Cara ini bisa dilakukan pada kondisi jalan yang lengang sambil memantau kondisi permukaan jalan.

Dealer Isuzu Harga Kredit Pangsa Pasar Jateng

Isuzu berambisi untuk menjadi pemimpin pasar di pasar otomotif Soloraya khususnya segmen commercial vehicle atau truk.
Ambisi ini mulai diwujudkan dengan naiknya pangsa pasar truk kecil, Elf ke posisi 34% per Juli 2013. Tahun lalu, pangsa pasar truk ini di segmen yang sama baru sekitar 30%. “Dan kami ingin di peringkat pertama. 34% itu kami masih diperingkat dua pangsa pasar mobil truk kecil di Soloraya,” kata Regional Manager Jateng&DIY PT Astra International Tbk-Isuzu, Sucipto, saat ditemui solopos.com, di sela-sela perayaan Hari Pelanggan Nasional, di diler Isuzu Adi Sucipto,
Di segmen commercial vehicle, Isuzu mengklaim punya banyak varian mobil truk paling lengkap. Ada sekitar 15 varian mulai dari truk roda empat, truk roda enam, truk roda sepuluh, hingga tractor head dan mixer.
“Kalau untuk saat ini yang sedang paling laris adalah truk roda enam. Biasanya pelanggan memakai truk tersebut untuk angkutan material, angkutan pasir, ekspedisi hingga angkutan makanan dan minuman.”
Sucipto menjelaskan portofolio kendaraan yang dimiliki Isuzu memang tidak hanya truk saja. Selama ini salah satu brand dari Isuzu yang cukup dikenal adalah Panther yang merupakan kendaraan penumpang. Tapi, penjualan truk memang cukup mendominasi sekitar 70% dari total penjualan mobil Isuzu di Soloraya rata-rata 90 unit – 100 unit per bulan.  “Dan seperti kami sebutkan sebelumnya, penjualan truk roda enam mendominasi penjualan sekitar 75%-85% dari total penjualan truk.”
Tingginya penjualan truk segmen ini, jelas Sucipto, tidak lepas dari perkembangan sektor infrastruktur yang ada di Soloraya dan sekitarnya. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, mulai dari perumahan, perkantoran, hotel hingga mall turut memberikan kontribusi terhadap tingginya penjualan kendaraan komersial.
Tidak hanya itu, pasar otomotif di Soloraya tahun ini juga masih relatif mampu mencatat angka pertumbuhan positif, kira-kira 20%.
Di wilayah Jateng dan DIY, Sucipto mengatakan bahwa potensi pasar truk di Soloraya dan Jogja hampir sama. Kalau kontribusi pasar terbesar, masih berada di wilayah Semarang.
Dia melanjutkan, jaringan diler Isuzu di Jateng&DIY tersebar di beberapa kota seperti Solo, Solobaru, Sragen, Klaten, Magelang, Purwokerto, Jogja, Semarang, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Kudus, Rembang dan akan segera dibuka di Cilacap.
Selain penjualan, khusus diler Isuzu di Solo Jl Adisucipto juga baru saja membuka layanan body repair. Kepala Bengkel Isuzu Solo Jl Adisucipto, Priyanto, mengatakan bengkel body repair baru dibuka Mei lalu

Isuzu Panther Hemat Bahan Bakar


Isuzu Panther pada mulanya dikembangkan di Jepang dan khusus diproduksi untuk dipasarkan di kawasan Asia. Maka kendaraan keluarga bermesin diesel ini pun diberi kode Asian Utility Vehicle (AUV). Selain diproduksi dan dipasarkan di Indonesia, kendaraan serba guna ini juga diproduksi di Filipina yang dikenal dengan sebutan lsuzu Crosswind, di Vietnam disebut lsuzu Hi-Lander, dan di India dikenal sebagai Chevrolet Tavern.

Kemampuan Isuzu dalam memproduksi mesin diesel memang tidak perlu diragukan lagi. Selain dicangkokkan pada Isuzu, mesin-mesin diesel keluaran Isuzu juga banyak digunakan oleh produsen mobil lain, semisal holden Gemini, Chevrolet Trooper, Chevrolet Luv, dan masih banyak lagi. Memang, Isuzu sendiri lebih dikenal sebagai pabrik mesin diesel ketimbang mobil diesel. Mesin-mesin diesel keluarannya bukan saja digunakan sebagai mesin penggerak kendaraan, tetapi juga dipergunakan sebagai mesin-mesin industri di banyak pabrik.

Isuzu sendiri jarang memproduksi mobil keluarga karena concern dengan memproduksi mesin diesel yang biasanya dipergunakan oleh kendaraan-kendaraan berat.

Di Indonesia, Isuzu Panther merupakan mobil keluarga pertama yang secara khusus diproduksi oleh Isuzu. Sebelumnya Isuzu hanya memproduksi dan memasarkan truk ringan, yang sebagian juga dimodifikasi sebagai mobil angkutan penumpang jenis microbus.

Isuzu Panther hadir untuk meramaikan pasar mobil keluarga dengan kapasitas lebih dari lima penumpang, yang sebelumnya di dominasi Toyota Kijang. Kehadiran mobil ini pada pasar otomotif, menjadikan masyarakat semakin punya alternatif pilihan. Terlebih karena mobil ini memiliki keunggulan kompetitif, yakni hemat bahan bakar.


Isuzu Panther Hemat Bahan Bakar

Masih ingat dengan iklan Isuzu Panther di layar kaca pada awal-awal tahun 1991 Januari? Benar, iklan dengan bapak-bapak yang berbicara dalam aksen bahasa bali yang memberikan testimony tentang keiritan bahan bakar yang di konsumsi Isuzi Panther. “Untuk perjalanan Jakarta-Bali, hanya habis empat puluh empat ribu rupiah!, ucap Bapak tadi dengan mantap.

Konsumen Indonesia yang di bidik oleh Isuzu Panther memang lapisan masyarakat yang sensitif dengan ke-ekonomisan operasional sebuah mobil. Sebenarnya, selain lsuzu Panther. Daihatsu juga sudah mengeluarkan kendaraan keluarga bermesin diesel yang merupakan pengembangan dari Daihatsu Taft yang berjenis jip.

Daihatsu meluncurkan Taft GTL lima pintu yang bersasis panjang dan Taft Rocky yang berpintu tiga. Namun, karena harganya mobil produksi daihatsu terpaut jauh dari mobil isuzu panther, maka masyarakat lebih tertarik untuk membelinya.

Selain Daihatsu, Chevrolet sudah lebih dulu menghadirkan Luv dan Trooper yang juga mengusung mesin diesel buatan Isuzu. Namun, produksi kendaraan diesel yang dilansir Chevrolet ini di hentikan produksinya pada awal-awal tahun 1990-an. Alhasil, Isuzu melenggang sendiri nyaris tanpa competitor, hingga akhirnya Mitsubishi meluncurkan Kuda diesel.

Mesin diesel memang dikenal irit dalam pemakaian bahan bakar, maka tidak mengherankan untuk kendaraan yang memiliki kapasitas CC besar selalu menggunakan mesin ini. Pada waktu itu, pengguna mesin diesel juga diuntungkan oleh kebijakan pemerintah yang menjual solar dengan harga yang lebih rendah dari pada premium.


Varian Isuzu Panther

Isuzu Panther generasi pertama (1991 - 1996) menggunakan mesin diesel 2300 cc indirect injection dengan kode mesin C 223. Selanjutnya, dipasarkan oleh prinsipal dalam empat versi, versi termewah adalah Hi Grade, berikutnya Royal, Total Assy (deluxe). dan yang termurah adalah versi standard.

Selain ke-empat varian tersebut, ada banyak perusahaan karoseri yang memproduksi Isuzu Panther dalam berbagai model, di antaranya Isuzu Panter Samurai dan Miyabi, yang nyaris menyerupai jip Pajero.

Generasi kedua (1996 - 2000), ada perubahan signifikan pada dapur pacu, di mana kapasitas mesinnya mulai di tingkatkan, dan 2.300 cc menjadi 2.500 cc. Mesin dengan kode 4ja1 ini sudah menggunakan teknologi direct injection. yang membuat pembakaran lebih sempurna, hingga akselerasi jadi lebih baik
dan pemakaian bahan bakar bisa lebih irit.

Dengan mengusung mesin baru ini, tenaganya juga semakin meningkat hingga 86 HP pada putaran mesin 3.900 rpm. Generasi kedua ini memiliki versi yang lebih banyak. Versi termewah adalah New Hi Grade, selanjutnya Hi Grade, Hi Sporty New Royal, Grand Royal, Royal, Deluxe, dan Standard.

Tahun-tahun ini adalah tahun kejayaannya, sekalipun pasar otomotif mulai dimasuki oleh Mitsubishi Kuda diesel dan Toyota Kijang kapsul diesel.

Generasi ketiga. New Panther (2000 - 2004), masih menggunakan mesin diesel berkapasitas 2.500 cc dengan kode 4ja1 yang berteknologi direct injection, performa mesinnya masih sama dengan mobil ini generasi kedua.

Desain juga sudah mulai berubah, bukan lagi kotak tetapi sudah mulai agak membulat dan aerodinamis, mengikuti jejak saudaranya Toyota Kijang kapsul. Generasi ketiga ini dipasarkan dalam berbagai versi, mulai dari versi termewah Grand Touring, Touring, LS, SS, LV, SV, LM, dan SM.

Generasi keempat (2004), nyaris tidak ada perbedaan signifikan dengan generasi ketiga. Semuanya hampir sama. Namun demikian, untuk mempercantik penampilannya, Isuzu tetap melakukan penyempurnaan pada desain lampu, grill, serta interior.

Selain itu, juga mengeluarkan versi Touring Turbo (LS) guna memenuhi standar EURO. Versi lengkap dari generasi ke-empat ini adalah Grand Touring, Touring, LS Turbo, LV, LV FF, Smart, dan Smart FF.

Promo Isuzu

Promo Isuzu
Automobile Blogs
Automobile blogs